Pada tahun 1950 Pimpinan Angkatan Darat telah memikirkan bagaimana suatu operasi tempur darat dapat diselenggarakan secara efektif dihadapkan dengan kondisi medan wilayah Republik Indonesia, yang kondisi sarana perhubungan darat masih sangat minim.  Ditambah lagi daerah operasinya terpencar di seluruh penjuru Nusantara, sehingga menjadi faktor penghambat bagi pasukan darat dalam menghadapi gangguan keamanan dalam negeri. Oleh karenanya diperlukan suatu jenis angkutan yang cocok baik untuk mendukung logistik maupun pasukan dalam suatu operasi sampai terbentuknya Penerbangan Angkatan Darat. 

    Mengutip kembali sejarah pembentukan Penerbad dimulai pada tahun 1954 Pimpinan Angkatan Darat memerintahkan kepada stafnya untuk mengkaji tentang kebutuhan satuan udara yang diisi oleh organik Angkatan Darat, maka terbentuklah suatu Biro Deputy II/KSAD yang menangani urusan Penerbangan Angkatan Darat pada tahun 1958. Kemudian pada bulan Oktober 1959 KSAD memerintahkan Deputy II/KSAD untuk membentuk Detasemen Penerbangan Angkatan Darat. 

   Mengingat pentingnya keberadaan Penerbangan pada organisasi Angkatan Darat maka pada tanggal 14 Nopember 1959 telah disahkan suatu badan yang diberi nama Detasemen Penerbangan Angkatan Darat (Denpenerbad). Letkol Inf Sunar Pirngadi ditunjuk sebagai Dandenpenerbad pertama serta tanggal 14 Nopember 1959 ditetapkan sebagai hari jadi Penerbangan Angkatan Darat yang selalu kita peringati setiap tahunnya. 

   Dengan terbentuknya Penerbangan Angkatan Darat, telah terasa keberadaannya dalam mendukung pelaksanaan tugas TNI AD, yang pada saat itu dalam upaya mengamankan kewilayahan NKRl dari ancaman pemberontakan yang mengacau keutuhan Negara dan Bangsa Indonesia. Keberhasilan yang telah dicapai selama tiga tahun dari terbentuknya Denpenerbad ini mengundang perhatian besar Panglima Tertinggi Angkatan Perang Indonesia atauPresiden RI yang menyatakan bahwa adanya bagian Penerbangan Angkatan Darat yang memiliki, membina, memelihara dan menggunakan pesawat-pesawat terbang baik sayap tetap maupun sayap putar guna membantu tugas pokok Angkatan Darat. 

   Seiring dengan adanya perubahan-perubahan pada induk organisasi Angkatan Darat maka pada tahun 1963 organisasi Denpenerbad berubah menjadi Dinas Penerbangan Angkatan Darat (Dispenerbad) yang kedudukannya disejajarkan dengan organisasi pusat kesenjataan lainnya.Kadispenerbad yang pertama dijabat oleh Letkol Inf S. Pirngadi.  

    Surat Perintah KSAD Nomor Sprin/1648/X/1959 tanggal 20 Oktober 1959 tentang Pembentukan Detasemen Penerbangan Angkatan Darat yang disesuaikan dengan kebutuhan Angkatan Darat.

    Surat Keputusan Kasad Nomor Skep/1073/Xl/1959 tanggal 14 Nopember 1959 tentang pengesahan Denpenerbad.

    Surat Keputusan Kasad Nomor Skep/386/III/1960 tanggal 01 Maret 1960 tentang penunjukan Letkol Inf Sunar Pirngadi sebagai Dandenpenerbad pertama serta penetapan tanggal 14 Nopember 1959 sebagai hari jadi Penerbangan Angkatan Darat.

    Surat Keputusan Presiden Nomor Skep/11/PLM BS/ll/1962 tanggal 19 Pebruari 1959 tentang bagian Penerbangan Angkatan Darat yang memiliki, membina, memelihara dan menggunakan pesawat-pesawat terbang baik sayap tetap maupun sayap putar guna membantu tugas pokok Angkatan Darat.

    Surat Keputusan Kasad Nomor Kep/853/VII/1963 tanggal 22 Juli 1963 tentang perubahan organisasi Denpenerbad menjadi Dinas Penerbangan Angkatan Darat (Dispenerbad) yang kedudukannya disejajarkan dengan organisasi pusat kesenjataan lain.

    Surat Perintah KSAD Nomor Sprin/1648/X/1959 tanggal 20 Oktober 1959 tentang Pembentukan Detasemen Penerbangan Angkatan Darat yang disesuaikan dengan kebutuhan Angkatan Darat.

    Surat Keputusan Kasad Nomor Skep/1073/Xl/1959 tanggal 14 Nopember 1959 tentang pengesahan Denpenerbad.

    Surat Keputusan Kasad Nomor Skep/386/III/1960 tanggal 01 Maret 1960 tentang penunjukan Letkol Inf Sunar Pirngadi sebagai Dandenpenerbad pertama serta penetapan tanggal 14 Nopember 1959 sebagai hari jadi Penerbangan Angkatan Darat.

    Surat Keputusan Presiden Nomor Skep/11/PLM BS/ll/1962 tanggal 19 Pebruari 1959 tentang bagian Penerbangan Angkatan Darat yang memiliki, membina, memelihara dan menggunakan pesawat-pesawat terbang baik sayap tetap maupun sayap putar guna membantu tugas pokok Angkatan Darat.

    Surat Keputusan Kasad Nomor Kep/853/VII/1963 tanggal 22 Juli 1963 tentang perubahan organisasi Denpenerbad menjadi Dinas Penerbangan Angkatan Darat (Dispenerbad) yang kedudukannya disejajarkan dengan organisasi pusat kesenjataan lain.

    Pada tahun 1965 Pimpinan Angkatan Darat memberikan tambahan pesawat sejumlah 16 buah Helikopter Mi-4 dan dua buah pesawat terbang GrandCommander kepada Dispenerbad. Dengan adanya tambahan pesawat tersebut, Angkatan Darat merasa membutuhkan penerbang untuk mengawaki pesawat yang ada sehingga pada akhir tahun 1965 Kasad memerintahkan dibukanya pendidikan penerbang. Kemudian Kadispenerbad meresmikan berdirinya Sekolah Penerbangan Angkatan Darat (Sebang). 

    Pangkalan yang pertama kali digunakan oleh Penerbad adalah Lapangan Udara Kemayoran, akan tetapi Penerbad mengupayakan untuk mencari Pangkalan Induk. Kemudian Lapangan Kalibanteng Semarang ditetapkan sebagai Pangkalan Induk untuk kegiatan pembinaan di lingkungan Penerbad. Untuk mengingat jasa almarhum Jenderal Ahmad Yani, pangkalan Induk Kali Banteng diganti namanya menjadi Pangkalan Udara Angkatan Darat Jenderal Ahmad Yani (PUAD AHMAD YANI). 

   Selama kurun waktu tahun 1963 sampai dengan tahun 1966 organisasi Penerbad tidak mengalami perubahan. Perubahan Organisasi Penerbad baru terjadi pada tahun 1966 yaitu dari Dispenerbad menjadi Puspenerbad. Pada tahun 1970 kedudukan organisasi Puspenerbad berubah dari sebagai badan pelaksana TNI AD untuk selanjutnya kedudukan Puspenerbad sebagai badan pelaksana tingkat komando utama yang secara organik dan administratif di bawah Kobangdiklat TNI AD dan merupakan Badan Tertinggi yang menyelenggarakan pembinaan fungsi penerbangan TNI AD secara fungsional. 

    Setelah berjalan dua tahun organisasi Puspenerbad berada di bawah Kobangdiklat TNI AD, yang dititikberatkan tugasnya pada bidang pendidikan dan latihan, maka untuk melaksanakan operasional penerbangan perlu dicari jalan keluarnya guna mendukung tugas pokok TNI AD yang semakin padat. Untuk mengatasi hal tersebut maka Pimpinan Angkatan Darat pada tanggal 8 Juni 1972 mengeluarkan perintah pembentukan Satuan Penerbangan Angkatan Darat. 

   Dengan terbitnya Surat Keputusan Kasad tersebut maka pembagian tugas dan wewenang organisasi Penerbad menjadi jelas yaitu organisasi sebagai Badan Pelaksana tingkat Komando Utama yang secara organik dan administrasi dibawah Kobangdiklat TNI AD, sedangkan Satuan Penerbangan Angkatan Darat berkedudukan langsung di bawah Kasad, dan tanggal 15 Juni 1972 disahkan sebagai hari jadi berdirinya Satpenerbad. 

    Dalam usaha melanjutkan perwujudan suatu kekuatan TNI kecil tetapi berkemampuan tangkas dan reaksi yang tinggi diperlukan penataan ulang organisasisehingga diadakan pembenahan dan penataan semua aspek organisasi Puspenerbad

    Surat Perintah Kasad Nomor Sprin/521/XII/1965 tanggal 04 Desember 1965 tentang perintah membuka pendidikan penerbang.

    Surat Keputusan Kadispenerbad Nomor Kep/767/PNB/XII/1965 tentang peresmian berdirinya Sekolah Penerbangan Angkatan Darat (Sebang).

    Surat Keputusan Kasad Nomor Kep/1039/IX/1965 tanggal 23 September 1965 tentang penetapan lapangan Kalibanteng Semarang sebagai Pangkalan Induk untuk kegiatan pembinaan di lingkungan Penerbad.

    Surat Keputusan Kasad Nomor Kep/42/I/1966 tanggal 15 Januari 1966 tentang perubahan Organisasi Penerbad dari Dispenerbad menjadi Puspenerbad.

    Surat Keputusan Kasad Nomor Kep/687/XII/1970 tanggal 07 Desember 1970 tentang perubahan organisasi Puspenerbad dari kedudukan semula sebagai badan pelaksana TNI AD untuk selanjutnya kedudukan Puspenerbad sebagai badan pelaksana tingkat komando utama yang secara organik dan administratif di bawah Kobangdiklat TNI AD dan merupakan Badan Tertinggi yang menyelenggarakan pembinaan fungsi penerbangan TNI AD secara fungsional.

    Surat Keputusan Kasad Nomor Kep/238/VI/1972 tanggal 8 Juni 1972 tentang pembentukan Satuan Penerbangan Angkatan Darat dan tentang Puspenerbad.

    Surat Perintah Kasad Nomor Sprin/521/XII/1965 tanggal 04 Desember 1965 tentang perintah membuka pendidikan penerbang.

    Surat Keputusan Kadispenerbad Nomor Kep/767/PNB/XII/1965 tentang peresmian berdirinya Sekolah Penerbangan Angkatan Darat (Sebang).

    Surat Keputusan Kasad Nomor Kep/1039/IX/1965 tanggal 23 September 1965 tentang penetapan lapangan Kalibanteng Semarang sebagai Pangkalan Induk untuk kegiatan pembinaan di lingkungan Penerbad.

    Surat Keputusan Kasad Nomor Kep/42/I/1966 tanggal 15 Januari 1966 tentang perubahan Organisasi Penerbad dari Dispenerbad menjadi Puspenerbad.

    Surat Keputusan Kasad Nomor Kep/687/XII/1970 tanggal 07 Desember 1970 tentang perubahan organisasi Puspenerbad dari kedudukan semula sebagai badan pelaksana TNI AD untuk selanjutnya kedudukan Puspenerbad sebagai badan pelaksana tingkat komando utama yang secara organik dan administratif di bawah Kobangdiklat TNI AD dan merupakan Badan Tertinggi yang menyelenggarakan pembinaan fungsi penerbangan TNI AD secara fungsional.

    Surat Keputusan Kasad Nomor Kep/238/VI/1972 tanggal 8 Juni 1972 tentang pembentukan Satuan Penerbangan Angkatan Darat dan tentang Puspenerbad menjadi Dispenerbad. Setelah organisasi Dispenerbad berjalan kurang lebih 15 tahun, sesuai dengan tuntutan tugas dianggap kurang sesuai dengan tugas/fungsinya maka Dispenerbad divalidasi menjadi Puspenerbad sampai saat ini. 

    Kepercayaan demi kepercayaan dari pimpinan TNI, telah diberikan kepada Penerbad tepatnya pada tanggal 22 Maret 2007 Penerbad secara resmi menjadi Corps Penerbangan Angkatan Darat (Cpn). Keberhasilan satuan Penerbad seperti sekarang ini tentunya tidak lepas dari upaya dan perjuangan dari para pendiri Penerbad dari tahun 1959 s/d sekarang, adapun nama-nama mantan pejabat dan pejabat Pimpinan Pusat Penerbangan Angkatan Darat adalah sebagai berikut:

    Surat Keputusan Kasad Nomor Kep/27/V/1985 tanggal 27 Mei 1985 tentang Organisasi dan Tugas Dispenerbad beserta Susunan Personel.

    Keputusan Kasad Nomor Kep/6/V/2000 tanggal 26 Mei 2000 tentang validasi Dispenerbad menjadi Puspenerbad.

    Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/7/lll/2007 tanggal 21 Maret 2007 tentang pembentukan Corps Kecabangan Penerbad

No Nama Pejabat Masa Jabatan
1 Letkol Inf S.Pringade 1959 s.d. 1962 Dandenpenerbad
2 Letkol Inf Drs. H. Juono 1962 s.d. 1968 Kadispenerbad
3 Brigjen TNI Drs H. Juono 1968 s.d. 1974 Danpuspenerbad
4 Brigjen TNI R Widodo Sastro Amidjojo 1974 s.d. 1985 Danpuspenerbad
5 Brigjen TNI Sudjajadi 1985 s.d. 1990 Kadispenerbad
6 Brigjen TNI Arifin Sumoatmodjo 1990 s.d. 1994 Kadispenerbad
7 Brigjen TNI Joko S. Martono 1994 s.d. 1997 Kadispenerbad
8 Brigjen TNI Mashudi Darto, S.H.,S.E. 1997 s.d. 1999 Kadispenerbad
9 Brigjen TNI Marwoto 1999 s.d. 2000 Kadispenerbad
10 Brigjen TNI Marwoto 2000 s.d. 2003 Danpuspenerbad
11 Brigjen TNI Arifin Seaman, S.E. 2003 s.d. 2008 Danpuspenerbad
12 Brigjen TNI Poltak MP Sidabutar 2008 s.d. 2009 Danpuspenerbad
13 Brigjen TNI Nabris Haska 2009 s.d. 2010 Danpuspenerbad
14 Brigjen TNI Moch. Wahju Rijanto 2010 s.d. 2012 Danpuspenerbad
15 Brigjen TNI Mochammad Afifuddin 2012 s.d. 2014 Danpuspenerbad
16 Brigjen TNI Benny Susianto 2014 s.d. 2016 Danpuspenerbad
17 Mayjen TNI Suko Pranoto 2016 s.d. 2017 Danpuspenerbad
18 Mayjen TNI Besar Harto Karyawan 2017 s.d. 2018 Danpuspenerbad
19 Mayjen TNI Stephanus Tri Mulyono 2018 s.d. saat ini Danpuspenerbad

 

    Demikianlah ringkasan singkat sejarah Penerbangan TNI Angkatan Darat, dengan harapan agar generasi penerus Penerbangan TNI Angkatan Darat memahami, menghayati dan meneruskan cita-cita pendahulunya. Tradisi Penerbad yang ada sebagai pegangan dalam melaksanakan tugas, disertai pengalaman sejarah akan menjadi sumber inspirasi yang tak pernah kering.

 Wira Amur.